Freelancer biasanya mengandalkan profil di platform kerja lepas dan akun media sosial untuk mendapatkan klien. Perusahaan jasa B2B sering cukup puas dengan kartu nama, presentasi PDF, dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Keduanya bisa berjalan, sampai suatu hari calon klien mencari namamu di Google dan tidak menemukan apa pun yang meyakinkan.
Website dengan domain sendiri menutup celah itu. Hanya saja,
layanan jasa pembuatan website company profile
dan toko online sering ditawarkan bersamaan, padahal fungsinya berbeda. Cara
paling mudah untuk memilih bukan dengan membandingkan fitur, melainkan dengan
melihat bagaimana klienmu biasanya datang.
Dua Jenis Website dengan Tugas yang Berbeda
Website company profile adalah website yang menjelaskan
siapa kamu dan apa yang kamu kerjakan. Isinya profil, layanan, portofolio atau
studi kasus, blog, dan kontak, dengan tujuan membangun kepercayaan sebelum
calon klien menghubungi. Toko online adalah website yang dipakai untuk menjual
produk secara langsung, sehingga pembeli bisa memilih, membayar, dan
menyelesaikan pesanan tanpa negosiasi lewat chat.
Satu membangun kepercayaan, satu menutup transaksi.
Pertanyaannya, mana yang lebih sering kamu butuhkan?
Mulai dari Satu Pertanyaan
Coba ingat tiga klien terakhirmu. Apakah mereka menghubungi
dulu, bertanya, meminta penawaran, lalu baru sepakat? Atau mereka langsung
membeli sesuatu dengan harga yang sudah pasti?
Kalau jawabannya yang pertama, kebutuhan utamamu adalah
company profile. Kalau jawabannya yang kedua, toko online lebih masuk akal.
Kalau kamu menemukan keduanya, mulai dari yang paling sering terjadi, lalu
tambahkan yang lain belakangan.
Bayangkan Seorang Desainer Grafis Lepas
Sebagian besar kliennya datang dari rekomendasi dan profil
di platform kerja lepas. Setiap proyek dibahas lewat chat, harganya disesuaikan
dengan kebutuhan, dan klien hampir selalu meminta contoh karya sebelum setuju.
Untuk pola seperti ini, keranjang belanja tidak banyak
membantu. Yang ia perlukan adalah halaman portofolio yang bisa dibuka kapan
saja, halaman layanan yang menjelaskan cara kerjanya, dan email dengan domain
sendiri agar penawaran yang dikirim ke perusahaan terlihat profesional. Ketika
aturan platform kerja lepas berubah, portofolionya tetap aman di website
miliknya sendiri.
Situasinya berbeda kalau suatu saat ia mulai menjual
template atau paket desain dengan harga tetap. Pada titik itu, menambahkan toko
online membuat pembeli bisa langsung membayar tanpa menunggu balasan chat.
Bayangkan Sebuah Vendor Jasa untuk Perusahaan
Ambil contoh perusahaan instalasi listrik gedung. Klien
korporatnya punya tim pengadaan yang hampir selalu mengecek website sebelum
mengirim permintaan penawaran. Mereka mencari profil perusahaan, daftar proyek,
dan kontak resmi.
Bagi vendor seperti ini, company profile bekerja sebagai
brosur yang selalu tersedia dan bisa ditemukan lewat Google. Halaman per
layanan dan per wilayah, misalnya jasa instalasi listrik gedung ditambah
nama kota, membantu calon klien baru menemukan mereka tanpa harus lewat
rekomendasi.
Toko online baru relevan kalau vendor tersebut juga menjual
barang pendukung yang dipesan rutin, seperti suku cadang atau bahan habis
pakai. Dengan begitu, pesanan berulang tidak perlu dicatat manual oleh tim
sales.
Sebelum Memilih Penyedia Website
Apa pun pilihanmu, ada dua hal yang sebaiknya dipastikan
sejak awal. Domain harus terdaftar atas nama kamu atau perusahaanmu, karena
domain adalah identitas jangka panjang yang tidak boleh terkunci di penyedia.
Untuk toko online, perhatikan apakah ada potongan persentase dari setiap
penjualan, sebab biaya kecil di awal bisa terasa besar ketika penjualan sudah
naik.
Sebagai contoh, BisnisOn
menyediakan kedua jenis website ini secara terpisah. Paket company profile
mencakup domain, email dengan domain sendiri yang bisa dibuka lewat Gmail atau
Outlook, landing page, dan blog. Toko onlinenya memakai sistem langganan tanpa
komisi per transaksi, sehingga bisa ditambahkan belakangan ketika produk dengan
harga tetap mulai sering terjual.
Sebelum menghubungi penyedia mana pun, tulis jawaban dari
pertanyaan tentang tiga klien terakhirmu tadi. Catatan sederhana itu biasanya
sudah cukup untuk menentukan website mana yang perlu dibuat lebih dulu.
